Sejarah Asal Usul Pulau Jawa dan Kerajaannya

Sejarah Asal Usul Pulau Jawa - Dengan seiring berkembangnya jaman, semakin banyak pula yang melupakan buku buku yang dibuat, orang lebih suka membaca melalui media online di internet, karena menurut mereka semua sudah ada di internet, padahal menurut saya sumber-sumber yang didapat itu-pun karena berdasarkan jasa-jasa para peneliti yang turun langsung dilapangan untuk meneliti secara detail dan dituang ke dalam sebuah tulisan yang disusun secara detail dan jadilah sebuah karya tulis yang disebut dengan buku.

Saya ingin menyampaikan tentang asal usul nama pulau jawa berdasarkan dari apa yang sudah pernah saya baca dan saya coba untuk saya rangkum menjadi sebuah artikel yang mudah dimengerti, yang bertujuan agar para pecinta sejarah dan para generasi muda dan yang akan datang tidak lupa akan asal usulnya dan lupa akan ragam keindahan dan peninggalan peninggalan dari sisa-sisa kejayaan kerajaan yang ada di tanah Jawa ini.

Asal Usul Pulau Jawa

Pembahasan artikel asal usul pulau Jawa ini berkaitan dengan perihal diatas banyak sekali versi dan pendapat yang menyebutkan bahwasanya pulau Jawa berasal dari berbagai macam versi. berikut saya rangkum beberapa pendapat (teori) tentang asal usul pulau Jawa dari beberapa sumber sejarah.

1. Kisah Batara Wisnu dalam Babad Tanah Jawi

Salah satu sumber yang sangat termasyur yang membahas asal usul pulau Jawa meskipun menimbulkan perdebatan mengenai benar-tidaknya karena sarat mitologi adalah Babad Tanah Jawi.

Babad Tanah Jawi adalah salah satu karya pujangga yang muncul pada jaman era Mataram (Islam) yang berisikan tentang sejarah silsilah raja raja pulau Jawa. Sebagai karya sastra, banyak kalangan yang menganggap bahwa buku atau kitab tersebut tidak dapat dijadikan refenrensi sejarah karena sarat mitos.

Meskipun demikian, ada pula yang beranggapan bahwa Babad Tanah Jawi merupakan salah satu buku yang menjelaskan secara detail asal usul pulau Jawa dan berbagai peristiwa yang terjadi di tanah Jawa. Dari sumber tersebut, dapat diketahui bahwa Batara Wisnulah yang menjadi raja pertama ditanah Jawa.

2. Kisah Batara Wisnu dalam Tantu Pagelaran

Tantu Pagelaran atau Tangtu Pagelaran Adalah kitab Jawa kuno berbahasa kawi yang berasal dari masa Majapahit sekitar abad 15 yang mengisahkan tentang mitos.
Batara Guru, Dewa Brahma dan Dewa Wisnu

Legenda yang disebutkan adalah pada saat Batara Guru (Shiwa) memerintahkan Dewa Brahma dan Wishnu untuk mengisi Pulau Jawa dengan manusia dan memindahkan Gunung Mahameru ( sekarang dikenal sebagai Gunung Semeru ) dari India ke atas Pulau Jawa karena Pulau Jawa pada saat itu masih terombang-ambing di lautan luas.

Bahkan terciptalah pula sebuah kisah cerita dongeng yang bisa dikatakan dongeng sebelum tidur yaitu asal mula pulau jawa dan krakatau terpisah.

Satu hal yang menjadi titik point asal usul pulau Jawa dalam kitab ini adalah yang patut digaris bawahi yaitu pada saat Sang Hyang Shiwa datang ke Pulau Jawa, dilihatnya banyak pohon jawawut, yang sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa. Wisnu kemudian menjadi raja pertama yang berkuasa di Pulau Jawa dengan nama Kandiawan dan mengatur segala sesuatunya dengan aturan dan mitologi Hindu.

3. Kisah Perpindahan Penduduk dalam "Serat Asal Keraton Malang"

Sangatlah berbeda dengan dua kisah diatas, asal usul pulau Jawa diceritakan dalam sumber serat kuno yang tidak beredar, yaitu Serat Asal Keraton Malang. Dikitab ini dikisahkan bahwa asal usul pulau Jawa dan asal mula penduduk tanah Jawa berasal dari daerah Turki dan India. Jawa yang pada saat itu bernama Nusa Kendang ditemukan sebagai pulau yang penuh dengan hutan dan hewan buas dan pada dataran yang datar penuh ditumbuhi dengan tanaman yang bernama Jawi. maka diberilah nama pulau itu dengan sebutan "Jawi".

4. Kisah Aji Saka

Menurut berbagai tulisan kuno mengenai Jawa, asal usul nama pulau Jawa baru diketahui agak jelas bahwasanya pada tahun 78 M ada sesorang utusan dari Kerajaan Astina, yang bernama Aji Saka. Astina adalah nama lain dari Gujarat (Negara bagian barat India). ia mendarat dibagian timur pulau Jawa yang pada saat itu bernama Nusa Kendang dan menaklukan Kerajaan Medang dan mengusir seorang raja yang bernama Dewata Cengkar.

Dengan datangnya Aji Saka itulah dimulai Babad Jawa dan perhitungan tahun Jawa (Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadil Awal, Jukmadil Akir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Sela, Besar). Disini pula dimulai perjalanan bagaimana asal usul pulau Jawa Islam terbentuk, yang kisahnya berawal dari periode Hindu, lalu periode Budha, dan berubah menjadi kerajaan kerajaan Islam pada zaman Mataram Islam dimulai dari kepemimpinan Raden Patah.

5. Kitab Djojobojo (Djayabaya)

Menyebutkan bahwa asal usul pulau Jawa adalah tanah kosong dan angker dan tidak ada penduduk sama sekali. Sementara itu dari segi pandang pendidikan menurut sejarah menolak itu karena pada 2000 tahun yang lalu pulau Jawa sudah berpenduduk hanya saja pikiran mereka belum terbuka sama sekali dan merupakan orang purba yang sama sekali belum mengerti tata susila, tidak mengerti tempat tinggal. sehingga hidupnya mirip sekali dengan burung yang dimana bila dilihat dalam Kitab Djojobojo disebut sebagai Zaman Kumilo.

6. Bangsa Hindu dan Tiongkok

Menurut sumber diatas, diterangkan bahwa asal usul pulau Jawa memang sebagian dari Hindu dan sebagian dari Tiongkok. Untuk membuktikan kebenarannya, kita dapat membedakan penduduk asli dikepulauan Indonesia pada umumnya terdiri tas dua tipe. Hindustania berkulit agak hitam jangat/sawo matang dan bermata tidak sipit. Tiongkok berkulit kuning langsat dan bermata agak sipit

Sebuah catatan pada tahun 414 M, Fahian seorang perantau asal Tionghoa dan merupakan perantau pertama yang menginjakan kakinya ditanah Jawa dan beranak pinak mengatakan bahwasanya asal usul nama pulau jawa berasal dari syairnya Ramayana, seorang hindu (pendekar penyair), yang disebutkan dalam bahasa Sansekerta yang didalamnya menjelaskan bahwa "Jawadwipa" Jawa berarti Pahala sedangakan Dwipa berarti Pulau. Maka dijadikanlah pulau ini dengan nama "Jawa Dwipa" yang berarti "Pulau dari Pahala" atau "Pulau Jasa".

Itulah beberapa sumber dan data yang mengisahkan asal usul nama pulau Jawa dan asal usul penduduk pulau Jawa. memang kita tidak dapat mengklaim bahwasanya seluruhnya benar karena setiap sumber memiliki rasionalitas tersendiri. Memang, mengenai asal usul pulau Jawa bisa ditemukan dari berbagai tulisan sebagai tulisan sebagai bukti, Namun bukti yang didapat masih terlihat samar dan hanyalah memperkuat terhadap kejadian- kejadian tertentu.

Rangkuman

Banyak kisah-kisah yang membahas mengenai hal-hal diatas yang bertujuan untuk menyatakan atau membuktikan dan dapat dijadikan sebuah patokan atau bisa menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa peristiwa legenda seperti tersebutlah asal usul pulau Karimunjawa, asal usul terbentuknya pulau Jawa, sejarah asal usul pulau Jawa. Akan tetapi semua itu haruslah kita lihat dahulu dan telaah terlebih dahulu, dari sudut apakah mereka dalam menyajikannya, dalam arti sejarahkah, mitoskah, dongengkah, atau beberapa macam varian lainnya.

Dari apa yang sudah kalian baca diatas maka bisa diambil kesimpulan kita tidak bisa mengambil dari satu sisi saja dalam menyimpulkan sejarah asal usul pulau Jawa, karena masih banyak bukti-bukti otentik yang mengarah kedalamnya

Seperti misalnya perjalanan kisah kerajaan yang ada di tanah Jawa ini bisa dijadikan acuan bagaimana tanah Jawa ini bisa menjadi seperti sekarang yang kita rasakan dan bisa dijadikan sebuah acuan apakah benar kita masih keturunan dari Hindustania dan Tiongkok seperti apa yang dipaparkan di atas dan bagaimana kisah terjadi asal usul pulau Jawa Islam terbentuk.

Peta wilayah kekuasaan Mataram Kuno ( atas ) dan Medang ( bawah )

Saya akan mengurutkan dari pertama kerajaan yang pertama berdiri dari awal hingga akhir, berikut dengan peninggalan-peninggalan berupa prasasati dan candi yang bisa dijadikan acuan ataupun patokan sementara asal usul pulau Jawa dan kependudukannya, namun kali ini saya Kerajaan Medang yang dimana Hindu (Zaman Sanjaya) dan Budha (Zaman Sailendra) berkuasa.

Bukti keberadaaan kerajaan-kerajaan di tanah Jawa dan peninggalannya

Berikut ini urutan kerajaan-kerajaan di tanah jawa :
  1. Kalingga
  2. Mataram Lawas
  3. Medang
  4. Kahuripan
  5. Singhasari
  6. Majapahit
  7. Depak
  8. Kalinyamat
  9. Pajang
  10. Mataram Islam
Inilah wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan pada masa Mataram dan Majapahit berdiri :

Kerajaan Medang

Kerajaan Medang atau Mataram Kuno. dituturkan dalam sejarah kerajaan Jawa, Kerajaan Jawa dimulai dari sebuah Kerajaan di Jawa Tengah yang bernama Medang yang berlokasi antara di Jawa Tengah (abad ke-8) yang disebut juga Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu dan Jawa Timur (abad ke-10) Kerajaan Medang Kamulan/Kamulyan yang mempunyai arti Medang adalah nama lain dari Mataram dan Kamulan adalah awal, Jadi nama Medang Kamulan adalah berawal atau berasal dari Mataram.

Keduanya merupakan satu Kerajaan dan ketika Kerajaan Medang di Jawa Tengah mulai runtuh maka salah satu pewaris tahta yaitu Mpu Sindok memindahkan kerajaan Medang ke Jawa Timur. Mpu Sindok juga dikenal dengan gelar resminya yaitu Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmattungadewa.

Pusat Kerajaan Medang pernah beberapa kali pindah tempat. Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi Istana Medang yang dibuktikan dari beberapa peninggalan atau prasasti yang sudah ditemukan antara lain sebagai berikut :
  • Medang I Bhumi Mataram (Zaman Sanjaya raja pertama Kerajaan Medang sebelum mewariskannya kepada Mpu Sindok). Sekarang adalah Yogyakarta dan Sekitarnya.
  • Medang II Mamrati (Zaman Rakai Pikatan). Sekarang adalah Magelang.
  • Medang III Poh Pitu (Zaman Dyah Balitung). Sekarang adalah Magelang dan sekitarnya.
  • Medang IV Bhumi Mataram (Zaman Dyah Wawa). Sekarang adalah Yogyakarta.
  • Medang V Tamwlang (Zaman Mpu Sindok) Sekarang adalah Jombang Jawa Timur.
  • Medang VI Watugaluh (Zaman Mpu Sindok) Sekarang adalah Jombang Jawa Timur.
  • Medang VII Wwatan (Zaman Dharmawangsa Teguh) Sekarang adalah Madiun.

Prasasti yang tercipta

Wangsa Sanjaya (Masa Hindu)

Ratu Sanjaya (Prasasti Canggal dan Mantyasih)

Puing-puing Candi Canggal

Prasasti Mantyasih 
Raja pertama Kerajaan Medang atau Mataram Kuno dengan menganut agama Hindu aliran Siwa dan berkiblat ke Kunjaradari daerah di India.

Prasasti yang tercipta pada saat itu adalah Prasasti Canggal pada tanggal 6 Oktober 732 dan pendirian sebuah Candi Canggal yang terletak diatas bukit Gunung Wukir dekat Kedu yang berfungsi sebagai pemujaan terhadap Dewa Siwa.
Sayangnya Candi tersebut sudah menjadi puing puingnya saja.

Rakai Pikatan

Prasasti Wantil disebut juga Prasasti Siwagreha, yang dikeluarkan pada tanggal 12 November 856M yang berisi tentang pendirian Istana mamratipura dan pendirian bangunan suci Siwagreha yang bila diterjemahkan adalah Candi Siwa yang merupakan candi utama di sebuah komplek Candi Prambanan. dan kemungkinan candi candi kecil lainnya adalah dibangun oleh raja raja setelahnya.

Rakai Watukura Dyah Balitung
Prasasti Canggal

Prasasti Talang

Prasasti Poh

Ada beberapa prasasti yang menjadi bukti sejarah kepemimpinan Dyah Balitung, di antaranya adalah sebagai berikut:
  • Prasasti Balitung sebagai Prasasti tertua, dan yang berhasil ditemukan adalah Prasasti Telahap pada tanggal 1 September 899 M.
  • Prasasti Watukara prasasti tertua yang ditemukan pada tanggal 27 juli 902 M, yang berisi tentang jabatan Rakryan Kanuruhan (semacam jabatan Perdana Menteri) sementara itu Rakryan Mapatih merupakan jabatan jabatan putra mahkota yang dipegang oleh Mpu Daksa.
  • Prasasti Telang ditemukan pada tanggal 11 januari 904 M, berisi tentang pembangunan komplek penyeberangan bernama Paparahuan yang dipimpin oleh Rakai Welar Mpu Sudarsana di tepi Sungai Bengawan Solo.
  • Prasasti Poh ditemukan pada tanggal 17 Juli 905 M berisikan tentang Pembebasan Pajak Desa Poh untukk mengelola bangunan suci Sang Hyang Caitya dan Silunglung peninggalan raja Sebelumnya yang dimakamkan di Pastika, yaitu Rakai Pikatan yang merupakan kakek dari Mpu Daksa dan Permaisuri balitung.
  • Prasasti Kubu-Kubu ditemukan pada tanggal 17 Oktober 905 M yang berisikan tentang pemberian anugerah Desa Kubu-Kubu kepada Rakryan Hujung Dyah mangarak dan Rakyan Mahuta Dyah Majawuntan atas kepemimpinannya dalam menaklukan daerah Bantan yang dalam penafsirannya berarti Korban yang sekarang ini daerah itu tidak lain adalah BALI. dan BALI sendiri mempunyai arti Persembahan.
  • Prasasti Mantyasih ditemukan pada tanggal 11 April 907 M berisi tentang anugerah kepada lima patih bawahan dalam menjaga keamanan saat pernikahan Dyah Balitung.

Rakai Sumba Dyah Wawa

Peninggalan Rakai Sumba Dyah Wawa adalah berupa Prasasti Sangguran ditemukan pada tanggal 2 agustus 928 M yang berisi tentang penetapan desa Sangguran sebagai sima swatantra (daerah bebas pajak) yang berguna agar warga sekitar mau ikut serta dalam menjaga dan merawat sebuah bangunan suci di daerah kajurugusalyan.

Candi Mendut

Candi Cangkuang

Candi Siwa

Candi Gedong Songo
Itulah beberapa peninggalan raja raja pada zaman atau wangsa Sanjaya selain itu pula ada beberapa peninggalan lainnya yang bisa dijadikan bukti eksistensi dan bukti dari kejayaan Mataram Kuno ini yaitu :
  • Candi Mendut terletak 1750 KM dari candi Borobudur di desa Borobudur Jawa Tengah
  • Candi Cangkuang terletak di Kampung Pulo Desa Cangkuang Kecamatan Leles Garut Jawa Barat.
  • Candi Candi Siwa terletak di Dieng Wonosobo Jawa Tengah.
  • Candi Gedong Songo terletak di Desa Candi Kecamatan bandungan Semarang Jawa Tengah.

Wangsa Sailendra (Masa Budha)

  • Bahnu (752-775M), raja pertama dan pendiri Wangsa sailendra.
  • Wisnu (775-778M), Candi Borobudur mulai dibangun.
  • Indra (772-812M), menyerang dan mengalahkan Kerajaan Chenla (Kamboja), serta mendudukinya selama 21 tahun.
  • Samaratungga (812-833M), Candi Borobudur selesai dibangun.
  • Pramodhawardhani (833-856M), menikah dengan Rakai Pikatan, Pangeran Wangsa Sanjaya.
  • Balaputradewa (833-850M), melarikan diri ke Sriwijaya setelah dikalahkan oleh Rakai Pikatan.
Dari kepemerintahan mereka meninggalkan Prasasti yaitu :
Prasasti Sojomerto yang berisi tentang wangsa sailendra pada mulanya memuja Siwa (Hindu), sebelum beralih keyakinan menjadi penganut Budha mahayana.

Prasasti Ligor, Prasasti Nalanda, Prasasti Klurak berisikan tentang raja raja yang berkuasa pada zaman Sailendra.

Untuk membedakan candi-candi mana budha dan hindu kita dapat mengelompokan sesuai dengan daerah kekuasaannya yaitu :
  • Hindu (Zaman Sanjaya) berada di daerah Jawa Tengah bagian Utara pada Umumnya.
  • Budha (Zaman Sailendra) berada di daerah Jawa Tengah bagian Selatan pada Umumnya.
Demikianlah informasi yang bisa saya paparkan diatas. Semoga apa yang sudah saya paparkan dapat menjadi tambahan ilmu atau pengetahuan bagi semuanya.
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
Wassalam.
This Is The Oldest Page
Facebook Comments

0 komentar



This Is The Oldest Page